Pendidikan Seks atau “Sex Education” untuk anak usia 5-8 tahun

Pendidikan seks sejak usia dini sangat bisa membantu perkembangan psikologis maupun otak anak. Mari kita melihat berapa hal yang perlu kita ajarkan untuk anak usia 5-8 tahun:

1. Mulai dengan hal dasar

Jelaskan pada anak fungsi dan peran keluarga serta masing-masing anggotanya. Keluarga inti terdiri dari ayah, ibu dan anak.

Ayah dan ibu berperan sebagai orangtua yang bertanggungjawab terhadap anak-anak. Setiap anggota keluarga harus saling menjaga satu sama lain.

Komunikasi yang baik antar anggota keluarga akan memb

angun hubungan yang sehat dalam keluarga.

Katakan pada anak Anda, “Adik bisa berbagi cerita apa saja dengan anggota keluarga, cerita sedih dan senang. Jika ada yang ingin adik tanyakan, tanyakan pada ibu, ayah atau kakak.”

2. Ajarkan anak untuk berteman dengan siapapun

Pertemanan berlandaskan pada rasa percaya, peduli, empati dan solidaritas. Teman bisa ditemukan di mana saja, seperti di lingkungan rumah, di sekolah, dan di tempat ibadah.

3. Cara mengekspresikan cinta dan kasih

Banyak cara mengekspresikan cinta. Cinta kepada anggota keluarga dan teman ditunjukkan dengan kata-kata dan perbuatan. Ajarkan anak untuk mengatakan salam dan berterimakasih.

Ungkapan “Aku sayang ibu,” atau ” Aku sayang ayah,” menunjukkan rasa cinta. Cinta pada saudara atau teman dapat dilakukan dengan saling berbagi dan saling menjaga.

4. Kenalkan anak dengan perbedaan

Setiap orang terlahir unik dan layak untuk dihargai. Perbedaan bisa terjadi karena bentuk fisik, kepercayaan, dan keadaan keluarga. Perbedaan, tak jadi halangan untuk berteman.

Kondisi kesehatan seseorang juga tak bisa jadi alasan untuk tidak berteman. Setiap orang memiliki hak yang sama untuk hidup dengan baik.

5. Kenalkan anak dengan arti pernikahan

Setiap orang bisa memilih pasangan untuk menikah atau dijodohkan. Lalu ceritakan bagaimana Anda, orangtuanya, bisa menikah.

Ini akan membangun pemahaman dasar bahwa anak lahir setelah ada hubungan pernikahan antara ibu dan ayah.

Terangkan pada anak bahwa pernikahan bisa berakhir dengan perceraian, dan perceraian akan mempengaruhi keluarga.

Informasikan juga bahwa pernikahan yang dipaksakan dan pernikahan yang melibatkan anak-anak itu ilegal.

One Comment on “Pendidikan Seks atau “Sex Education” untuk anak usia 5-8 tahun”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *