Pentingnya Anak usia 9-12 tahun Mengetahui Tentang Pendidikan Seks

Seiring berkembangnya teknologi, anak-anak sekarang ini sudah tidak asing lagi dengan dunia internet. Dimana anak-anak sudah bisa mencari informasi yang ingin diketahui. Namun dalam hal ini, orang tua tidak bisa melepas begitu saja, karena bisa menjadi salah arah dan terjerumus ke dalam lubang kelam. Perhatikan hal-hal penting di bawah ini agar anak kita tidak jatuh ke jalan yang salah :

1. Peran dan tanggungjawab anggota keluarga

Di usia ini anak tak hanya tahu peran, namun juga tanggungjawab sebagai anggota keluarga, misalnya kakak dan adik juga bertanggungjawab saling menjaga selama bermain.

Jika ada hal yang membahayakan, kakak atau adik harus segera memberitahu ayah atau ibu.

2. Libatkan anak dalam mengambil keputusan

Komunikasi antar anggota keluarga penting dalam mengambil keputusan. Karena dalam level ini anak sudah dikenalkan dengan tanggungjawab, tak ada salahnya meminta pendapat mereka dalam musyawarah keluarga.

Misalnya saat orangtua berencana memisahkan kamar anak-anak. “Apakah kamar kakak dan abang sudah saatnya dipisahkan? Bagaimana menurut kalian?”

Anak akan merasa dihargai dan lebih percaya diri untuk mengungkapkan isi pikiran mereka.

3. Pertemanan yang sehat

Hubungan pertemanan bisa jadi sehat dan tidak sehat. Jika terjadi kekerasan seperti memukul, mencaci atau membully, artinya hubungan pertemanan tidak sehat.

Melecehkan, mengucilkan dan memukul itu melukai hati seseorang. “Setiap orang bertanggungjawab membela orang yang dilecehkan, dibully atau dikucilkan.

Jika adik atau kakak melihat ada teman yang dipukul atau diperas teman lain, segera beritahu ayah, ibu atau guru di di sekolah”.

4. Pernikahan, menjadi orangtua dan tanggung jawabnya

Ini adalah dasar pendidikan seksual untuk anak. Orang dewasa yang telah menikah menjadi orangtua karena kehamilan, adopsi atau cara lain untuk punya anak. Jelaskan lebih detil apa itu hamil dan mengapa orang mengadopsi anak.

Setiap orang berhak memutuskan untuk menjadi orangtua, termasuk mereka yang difabel atau sedang sakit.
Setelah menjadi orangtua, orang dewasa harus bertanggung jawab terhadap anak mereka, misalnya dengan memberi makan, pakaian, uang jajan dan kasih sayang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *